PELANGGAN BUKANLAH RAJA

Allah merupakan pemilik segala yang ada di langit (angkasa) dan segala yang ada di bumi.

Manusia yang merupakan ciptaan Allah adalah juga milikNya. Jasad dan ruh yang ada pada manusia merupakan milik Allah yang dititipkan kepada kita.

Sebagai makhluk yang sejatinya milik Allah, manusia tidak dapat membuat keputusan sendiri mengenai bagaimana memperlakukan jasad dan ruh yang telah diamanahkan Allah.

Segala yang ada pada manusia ataupun apapun harta yang dia miliki, itu adalah milik Allah yang diamanahkan kepada manusia.

Tidak tepat bagi manusia untuk berkata “ini perut, perut saya terserah saya mau makan apa”.

atau “ini uang, uang saya, terserah saya mau saya belikan apa”.

Diri manusia dan segala harta yang dia miliki hanyalah milik Allah yang Allah amanahkan kepada kita. Semua amanah dari Allah harus kita jaga dengan sebaik-baiknya.

Oleh karena itu kita manusia ketika melakukan suatu transaksi jual-beli sebagai seorang pelanggan, kita tidak dapat membuat keputusan sendiri.

Karena tubuh kita, jasad dan ruh ini dan juga segala yang kita miliki sejatinya adalah bukan milik kita tetapi milik Allah.

Maka dalam hal membeli produk dan jasa yang kita butuhkan kita harus mengikuti petunjuk yang telah diberikan oleh sang pemilik (Allah).

Uraian di atas menjelaskan bahwa manusia bukan lah pembuat keputusan untuk dirinya sendiri. Dalam hal jual-beli sebagai pembeli/pelanggan manusia tidak bisa mengikuti kata hatinya untuk melakukan suatu pembelian produk dan jasa. Sebagai manusia ciptaan Allah pelanggan harus mengikuti pedoman Allah dan Rasulnya dalam membeli produk dan jasa yang dia butuhkan.

Demikian pula dengan penjual. Penjual bertugas menyediakan produk dan jasa yang sesuai dengan pedoman Allah dan selalu mengingatkan pelanggan agar hanya menggunakan produk dan jasa yang halal yang diperkenankan Allah.

Transaksi jual beli yang seperti itulah yang memberikan manfaat bagi pelanggan bukan hanya manfaat di dunia tapi juga di akhirat, karena telah mengikuti pedoman Allah  yaitu menafkahkan hartanya hanya pada produk dan jasa yang dirihoi Allah.

Dan bagi penjual akan mendapatkan keuntungan, bukan hanya keuntungan di dunia tapi juga keuntungan di akhirat karena telah melakukan perniagaan yang diridhoi Allah.

Pos ini dipublikasikan di Amanah Dalam Bisnis, The Power of Amanah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s